Langsung ke konten utama

Fluktuasi Harga Pangan Dalam Negeri, Salah Siapa?

Kondisi perekonomian Indonesia kembali mengalami ketidakstabilan. Harga-harga kebutuhan barang pokok yang selama ini menjadi komoditas penting dalam negeri kembali meroket. Hal ini menyebabkan akhir-akhir inimasyarakat sulit mendapatkan barang kebutuhan pokok khususnya tahu dan tempe yang merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Para produsen yang tidak ingin merugi karena menanggung biaya produksi yang tidak sedikitpun terpaksa menaikkan harga jual karena naiknya sumber bahan pokok yang dibutuhkan. Alhasil, fenomena inipun digunakan oleh pemerintah untuk mengimpor bahan-bahan pokok agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi. Kran impor besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah barangkali sudah menjadi “lagu lama” karena hal tersebut sudah dilakukan sejak era reformasi dimulai pada tahun 1998.

Adanya impor tersebut sebenarnya memiliki sisi positif bagi kondisi perekonomian dalam negeri karena dapat membantu menstabilkan harga-harga barang pokok yang sebelumnya belum tercukupi. Terlebih saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar sedang anjlok, hal itu menambah buruk situasi yang terjadi di dalam negeri sendiri. Rupiah yang saat ini menyentuh nilai Rp 11.485/dollar memang menjadi salah satu pemicu dari naiknya harga barang kebutuhan pokok. Menurut salah satu dosen Fakultas Peternakan bagian Sosial Ekonomi Peternakan, Suci Permitasari menuturkan jika saat ini para pedagang barang kebutuhan pokok sedang mengalami dilema karena naiknya sumber kebutuhan mereka. “Hal ini banyak disebabkan oleh permainan harga yang dilakukan oleh produsen yang menaikkan harga jual, padahal mereka masih memiliki stok terdahulu yang harganya jauh lebih murah dibanding stok yang baru, namun mereka tetap melepas ke pedagang dengan harga yang sama mahalnya.” Tutur beliau. Di sektor peternakan sendiri, beliau juga menambahkan jika bahan pakan yang digunakan untuk industri perunggasan saat ini juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp 500,- untuk pakan jadi, dan Rp 600-650,- untuk bahan pakan yang sudah dicampur dalam bentuk konsentrat. Tentu hal ini akan memberatkan peternak karena harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pakan bagi ternaknya. Jika sudah seperti ini, siapa yang harus bertanggungjawab?

Sebagai dosen yang berkecimpung di bidang sosial ekonomi, beliau menambahkan jika asosiasi pengusaha pakan harus dapat bekerja sama mengontrol proporsi terhadap stok bahan baku yang mereka miliki dan juga harga jual yang akan diberikan, jangan sampai ada permainan dari para kartel yang dapat merugikan berbagai pihak. Selain itu, peran mahasiswa sebagai akademisi juga diperlukan untuk menyalurkan pengetahuan yang mereka miliki agar dapat membantu dalam mengontrol fluktuasi harga pakan di pasaran agar para pelakunya tidak mudah termakan isu-isu yang nantinya hanya akan memperburuk keadaan. Jadi,keterlibatan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar situasi seperti ini tidak semakin memburuk. Pangan Indonesia adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. KEDAULATAN PANGAN HARGA MATI!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan Menjadi Mahasiswa

Banyak istilah-istilah yang diberikan untuk menandai kebiasaan seorang mahasiswa. Mahasiswa kupu-kupu (Kuliah-Pulang) misalnya, atau kura-kura (Kuliah-Rapat). Apakah mahasiswa dengan IP 4,00 yang rajin keluar masuk perpustakaan, mahasiswa yang selalu terkantuk-kantuk di kelas, mahasiswa yang kuliah-pulang-kantin-tempat kost-kampung, mahasiswa yang selalu mengikuti rapat atau organisasi, mahasiswa yang hanya pamer gaya setiap kali ke kampus, atau tipe mahasiswa-mahasiswa lainnya. Sebenanya, apa sih tujuan utama kuliah? Mahasiswa merupakan maha pencari ilmu yang dituntut untuk mengabdi sekaligus mengaplikasikan ilmunya di lingkungan masyarakat. Perlu disadari bahwa tujuan kuliah bukan hanya untuk mencari pekerjaan ataupun mencari gelar, tetapi juga dituntut untuk lebih aktif dalam mengamalkan ilmunya ke kehidupan disekitarnya. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan pengendali yang berperan aktif dalam menghidupkan kegiatan di lingkungan masyarakat. Berdasarkan tujuannya, sebagai mahasis...

Getaran Musik Koplo

Seiring dengan perkembangan Politik dan Budaya Bangsa Indonesia, Musik Melayu juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Irama melayu menjadi suatu aliran musik kontemporer, yaitu suatu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Dekade 60’an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama Melayu mulai berubah menjadi terkenal dengan Sebutan Musik Dangdut. Sebutan Dangdut ini merupakan Onomatope atau sebutan yang sesuai dengan bunyi suara bunyi, yaitu bunyi dari Bunyi alat musik Tabla atau yang biasa disebut Gendang. Karena bunyi gendang tersebut lebih didominasi dengan Bunyi Dang dan Dut, maka sejak itulah Irama Melayu berubah sebutanya menjadi suatu aliran Musik baru yang lebih terkenal dengan Irama Musik Dangdut. Dekade 60’an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama ...