Langsung ke konten utama

Profil Gallusia

Badan penerbitan pers mahasiswa Gallusia merupakan satu-satunya badan pers yang berada di fakultas peternakan universitas Gadjah Mada dan berdiri sejak 23 agustus 1984. BPPM Gallusia sendiri awalnya merupakan bagian dari Senat mahasiswa Fakultas Peternakan UGM. Namun, seiring dengan berjalannya waktu Gallusia mampu berdiri sendiri. Hingga kini BPPM Gallusia sudah mampu menerbitkan sebanyak 30 majalah seputar agribisnis peternakan dengan tema yang beragam. Ada pula produk lain seperti buletin kampus yang mengankat mengenai informasi seputar kampus dan peternakan tentunya. Produktivitas BPPM Gallusia dibuktikan dengan menerbitkan berbagai majalah dan buletin secara berkala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan Menjadi Mahasiswa

Banyak istilah-istilah yang diberikan untuk menandai kebiasaan seorang mahasiswa. Mahasiswa kupu-kupu (Kuliah-Pulang) misalnya, atau kura-kura (Kuliah-Rapat). Apakah mahasiswa dengan IP 4,00 yang rajin keluar masuk perpustakaan, mahasiswa yang selalu terkantuk-kantuk di kelas, mahasiswa yang kuliah-pulang-kantin-tempat kost-kampung, mahasiswa yang selalu mengikuti rapat atau organisasi, mahasiswa yang hanya pamer gaya setiap kali ke kampus, atau tipe mahasiswa-mahasiswa lainnya. Sebenanya, apa sih tujuan utama kuliah? Mahasiswa merupakan maha pencari ilmu yang dituntut untuk mengabdi sekaligus mengaplikasikan ilmunya di lingkungan masyarakat. Perlu disadari bahwa tujuan kuliah bukan hanya untuk mencari pekerjaan ataupun mencari gelar, tetapi juga dituntut untuk lebih aktif dalam mengamalkan ilmunya ke kehidupan disekitarnya. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan pengendali yang berperan aktif dalam menghidupkan kegiatan di lingkungan masyarakat. Berdasarkan tujuannya, sebagai mahasis...

Fluktuasi Harga Pangan Dalam Negeri, Salah Siapa?

Kondisi perekonomian Indonesia kembali mengalami ketidakstabilan. Harga-harga kebutuhan barang pokok yang selama ini menjadi komoditas penting dalam negeri kembali meroket. Hal ini menyebabkan akhir-akhir inimasyarakat sulit mendapatkan barang kebutuhan pokok khususnya tahu dan tempe yang merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Para produsen yang tidak ingin merugi karena menanggung biaya produksi yang tidak sedikitpun terpaksa menaikkan harga jual karena naiknya sumber bahan pokok yang dibutuhkan. Alhasil, fenomena inipun digunakan oleh pemerintah untuk mengimpor bahan-bahan pokok agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi. Kran impor besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah barangkali sudah menjadi “lagu lama” karena hal tersebut sudah dilakukan sejak era reformasi dimulai pada tahun 1998. Adanya impor tersebut sebenarnya memiliki sisi positif bagi kondisi perekonomian dalam negeri karena dapat membantu menstabilkan harga-harga barang pokok yang sebelumnya belum tercukupi...

Getaran Musik Koplo

Seiring dengan perkembangan Politik dan Budaya Bangsa Indonesia, Musik Melayu juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Irama melayu menjadi suatu aliran musik kontemporer, yaitu suatu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Dekade 60’an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama Melayu mulai berubah menjadi terkenal dengan Sebutan Musik Dangdut. Sebutan Dangdut ini merupakan Onomatope atau sebutan yang sesuai dengan bunyi suara bunyi, yaitu bunyi dari Bunyi alat musik Tabla atau yang biasa disebut Gendang. Karena bunyi gendang tersebut lebih didominasi dengan Bunyi Dang dan Dut, maka sejak itulah Irama Melayu berubah sebutanya menjadi suatu aliran Musik baru yang lebih terkenal dengan Irama Musik Dangdut. Dekade 60’an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama ...