Langsung ke konten utama

Pilihan Menjadi Mahasiswa

Banyak istilah-istilah yang diberikan untuk menandai kebiasaan seorang mahasiswa. Mahasiswa kupu-kupu (Kuliah-Pulang) misalnya, atau kura-kura (Kuliah-Rapat). Apakah mahasiswa dengan IP 4,00 yang rajin keluar masuk perpustakaan, mahasiswa yang selalu terkantuk-kantuk di kelas, mahasiswa yang kuliah-pulang-kantin-tempat kost-kampung, mahasiswa yang selalu mengikuti rapat atau organisasi, mahasiswa yang hanya pamer gaya setiap kali ke kampus, atau tipe mahasiswa-mahasiswa lainnya. Sebenanya, apa sih tujuan utama kuliah?

Mahasiswa merupakan maha pencari ilmu yang dituntut untuk mengabdi sekaligus mengaplikasikan ilmunya di lingkungan masyarakat. Perlu disadari bahwa tujuan kuliah bukan hanya untuk mencari pekerjaan ataupun mencari gelar, tetapi juga dituntut untuk lebih aktif dalam mengamalkan ilmunya ke kehidupan disekitarnya. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan pengendali yang berperan aktif dalam menghidupkan kegiatan di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan tujuannya, sebagai mahasiswa hendaknya benar-benar paham dengan apa yang dipelajari sesuai dengan bidangnya. Seperti halnya mahasiswa Fakultas Peternakan yang harus menguasai hal-hal yang berkaitan dengan dunia peternakan. Kegiatan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada tidak hanya kuliah yang hanya duduk memperhatikan dosen mengajar dan berdiskusi dikelas, tetapi juga diwajibkan untuk mengikuti praktikum yang telah diatur oleh masing-masing pengampu mata kuliah demi menunjang kegiatan belajar dikelas. “Tujuan dari praktikum tersebut untuk mempermudah mahasiswa dalam memahami suatu mata kuliah yang diajarkan dalam kelas. Selain itu, mahasiswa dapat mempraktekkan teori yang telas disampaikan dikelas dan membuktikannya.” Ujar ibu Lies Mira dalam kuliahnya.

Kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa meliputi hard skill dan soft skill. Kemampuan hard skill didapatkan dari kegiatan akademik dan kemampuan soft skill didapatkan dari kegiatan organisasi atau pelatihan dan seminar. Mahasiswa yang tidak ingin hanya berprestasi dalam bidang akademik pasti akan mengikuti berbagai kegiatan diluar akedemik, contohnya mengikuti unit kegiatan mahasiswa yang ada di tingkat fakultas maupun universitas. Ada beberapa unit kegiatan mahasiswa yang ada di Fakultas Peternakan, diantaranya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Gallusia, Forum Study Mahasiswa Peternakan (FOSMAPET), Pecinta Alam Fakultas Peternakan (CARAVAN), dan masih banyak lagi yang lainnya. Hampir seluruh mahasiswa Fakultas Peternakan mengikuti minimal satu macam UKM yang ada.

Kemampuan yang telah didapatkan di bangku kuliah nantinya pasti akan digunakan untuk kehidupan mendatang. Sebagai mahasiswa hendaknya ikut aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai sarana latihan ketika sudah benar-benar harus mengabdikan diri kepada masyarakat luas. Mahasiswa dapat memilih apakah hanya akan berprestasi dalam bidang akademik atau mau melebarkan sayapnya dengan berprestasi dalam segala bidang, sehingga apabila sudah terjun langsung ke masyarakat dapat langsung mengamalkan semua ilmu yang telah didapat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fluktuasi Harga Pangan Dalam Negeri, Salah Siapa?

Kondisi perekonomian Indonesia kembali mengalami ketidakstabilan. Harga-harga kebutuhan barang pokok yang selama ini menjadi komoditas penting dalam negeri kembali meroket. Hal ini menyebabkan akhir-akhir inimasyarakat sulit mendapatkan barang kebutuhan pokok khususnya tahu dan tempe yang merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Para produsen yang tidak ingin merugi karena menanggung biaya produksi yang tidak sedikitpun terpaksa menaikkan harga jual karena naiknya sumber bahan pokok yang dibutuhkan. Alhasil, fenomena inipun digunakan oleh pemerintah untuk mengimpor bahan-bahan pokok agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi. Kran impor besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah barangkali sudah menjadi “lagu lama” karena hal tersebut sudah dilakukan sejak era reformasi dimulai pada tahun 1998. Adanya impor tersebut sebenarnya memiliki sisi positif bagi kondisi perekonomian dalam negeri karena dapat membantu menstabilkan harga-harga barang pokok yang sebelumnya belum tercukupi...

Getaran Musik Koplo

Seiring dengan perkembangan Politik dan Budaya Bangsa Indonesia, Musik Melayu juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Irama melayu menjadi suatu aliran musik kontemporer, yaitu suatu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Dekade 60’an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama Melayu mulai berubah menjadi terkenal dengan Sebutan Musik Dangdut. Sebutan Dangdut ini merupakan Onomatope atau sebutan yang sesuai dengan bunyi suara bunyi, yaitu bunyi dari Bunyi alat musik Tabla atau yang biasa disebut Gendang. Karena bunyi gendang tersebut lebih didominasi dengan Bunyi Dang dan Dut, maka sejak itulah Irama Melayu berubah sebutanya menjadi suatu aliran Musik baru yang lebih terkenal dengan Irama Musik Dangdut. Dekade 60’an Musik melayu mulai dipengaruhi oleh banyak unsur mulai dari gambus, degung, keroncong, langgam. Mulai jaman ini lah sebutan untuk Irama ...